Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Memahami kesalahan ejaan pada sebuah berita.

1.Peyimpangan morfologis: Polisi tembak mati terduga teroris anggota kelompok Nurdin M Top di Solo Jawa Tengah. Karena Peyimpangan ini sering terjadi dijumpai pada judul berita surat kabar yang memakai kalimat aktif, yaitu pemakaian kata kerja tidak baku dengan penghilangan afiks. Afiks pada kata kerja yang berupa prefiks atau awalan dihilangkan. Kita sering menemukan judul berita misalnya, Polisi tembak mati terduga teroris anggota kelompok Nurdin M Top di Solo Jawa Tengah. Untuk membenarkan menurut saya yang benar itu,kata TEMBAK harusnya MENEMBAK 2.kesalahan sintaksis Kerajinan grabah Pleret banyak diekspor hasilnya ke Eropa. Karena pemakaian tatabahasa atau struktur kalimat yang kurang benar sehingga sering mengacaukan pengertian. Hal ini disebabkan logika yang kurang bagus. Seharusnya Judul tersebut diubah menjadi Hasil kerajinan grabah Pleret banyak diekspor ke Eropa.

Contoh berita dan 3 kesalahan ejaan pada berita online

Metro Mini Jadi Gabung dengan TransJ? Kadishub DKI: Mereka Ngomong Doang! “Belum ada kemajuan, (mereka baru) ngomong doang. Perusahaannya (PT Metro Mini) sampai sekarang kan belum jelas siapa,” ujar Andri saat dihubungi detikcom, Senin (15/2/2016). “Kedua, kalau enggak bisa ya masing-masing pemiliknya itu harus nempel operator yang lulus LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Dalam hal ini yang sudah lulus itu kan Kopaja. Tapi dari pihak Kopaja sendiri enggak mau bilang sama saya karena ngurus busnya sendiri saja susah, apalagi ngurus bus Metro Mini juga,” urainya. Sumber : detikcom, Selasa 16 Feb 2016, 09:18 WIB. Perbaikan: Kata ‘ngomong’, ‘enggak’, ‘ya’, ‘nempel’, ‘kan’, dan ‘ngurus’ seharusnya dicetak miring. Walaupun itu merupakan hasil transkrip wawancara lisan, namun sebaiknya jika ditulis ke dalam media, kata itu tetap harus dicetak miring.